Apa Itu Penyakit Bronkitis Kronik

Pernah mendengar nama penyakit bronkitis kronik? Apa itu penyakit bronkitis kronik? Penyakit bronkitis kronik merupakan salah satu penyakit yang ditandai dengan gangguan yang ada hubungannya antara pembentukan sputum selama kurang lebihnya 3 bulan dan dalam waktu kurang lebihnya selama 2 tahun berturut-turut. Faktor patogenik yang menyebabkan penyakit bronitis ini adalah merokok. Apa

Apa itu penyakit bronkitis kronik yang terjadi yang bisa mengakibatkan terjadinya peradangan atau inflamasi pada bronkiolus dan juga penyakit paru-paru obstruktif  kronik (PPOK) yang bisa membentuk jaringan parut. Stadium akhir yang terjadi pada penyakit bronkitis kronik adalah :

  1. Merokok
  2. Dispnea progresif
  3. Terdapat suatu bukti terjadinya penyumbatan yang terjadi pada saluran pernapasan yang terjadi tidak sepenuhnya dan bisa dipulihkan oleh bronkodilator.
  4. Batuk yang biasanya sifatnya produktif dengan dahak yang kental dan juga lengket
  5. Infeksi yang terjadi pada paru-paru yang disebabkan karena bakteri yang berulang.
  6. Kor pulmonale
  7. Dan biasanya sebelum berakhir dengan terjadinya kegagalan pernapasan dan juga payah jantung, biasanya hal ini berkaitan dengan adanya infeksi paru-paru.

Apa itu penyakit bronkitis kronik dan cara mengatasinya? Cara mengatasi penyakit bronkitis ini bisa dilakukan dengan mengonsumsi ramuan herbal. Ramuan herbal ini bisa Anda buat sendiri dirumah.

Ramuan untuk mengatasi penyakit bronkitis kronik adalah :

Ramuan I
Bahan : Herbal daun sendok yang masih segar 60 gram, madu 15 gram, gula batu 30 gram
Pemakaian : Kedua bahan dicampur dengan sedikit air kemudian ditim. Jika sudah matang, maka airnya diminum dalam keadaan hangat.

Ramuan II
Bahan : akar jali 10-15 gram, madu 2 sendok makan, air 3 gelas.
Cara membuat : akar jali dicuci terlebih dahulu hingga bersih, kemudian direbus dalam 3 gelas air hingga yang tersisa hanya 1 gelas saka. Jika sudah dingin, airnya disaring dan kemudian ditambahkan dengan 2 sendok makan madu. Bagi menjadi 2 bagian untuk kemudian diminum pada pagi dan sore hari masing-masing dengan dosis minum ½ gelas.

Posted in Bronchitis Kronis | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Bronchitis Kronis

Penyakit bronchitis dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu bronchitis akut dan bronchitis kronis. Untuk penyakit bronchitis kronis kurang lebih 20% laki-laki dewasa menderita penyakit bronchitis kronis. Sudah bertahun-tahun mereka mempunyai riwayat batuk dan sputum yang mengesankan tetapi hanya sejumlah kecil darinya yang merasa terganggu secara klinis. Pada umumnya, pasien mencari pertolongan dokter setelah mengalami gejala sesak napas, Karena cadangan fungsional yang besar di dalam paru, dispnea merupakan simtom penyakit yang berat dan merupakan stadium akhir proses penyakit tersebut.

Merokok sigaret merupakan faktor etiologi yang paling penting. Polusi udara dari lingkungan hidup dan kekrja serta infeksi virus dan bakteri merupakan unsut utama yang meningkatkan efek yang ditimbulkan oleh merokok. Hal ini merupakan penyebab utama dari penyakit bronchisi kronis.

Menghentikan kebiasaan merokok merupakan tindakan yang paling efektif untuk menghindari pprogresivitas penyakit bronchis kronis ini. Namun, nasihat untuk mengubah perilaku dan pola hidup yang seringkali diabaikan dan sangat sukar dilakukan.

Bronchitis kronis didefinisikan sebagai adanya bentuk produktif yang berlangsung 3 bulan dalam setahun selama 2 tahun berturut-turut. Kondisi ini terutama berkaitan dengan perokok sigaret atau pemajan terhadap polutan. Pasien mengalami peningkatan kerentanan terhadap terjadinya infeksi saluran pernapasan bawah.

Bronchitis kronis juga didefinisikan sebagai adanya sekresi mucus yang berlebihan pada saluran ppernapasan secara terus menerus (kronik) adalah terjadi sepanjang hari selama tidak kurang dari tiga bulan dalam setahun dan berlangsung selama dua tahun berturut-turut Batasan ini tidak mencakup sekresi dan penyakit gagal jantung kongestif. Batasan yang digunakan adalah tiga bulan dalam setahun karena yang menyusun batasan ini adalah para ahli yang menangani pasien didaerah empat musim. Diagnosis bronchitis kronis merupakan diagnosis klinis.

Resiko utama berkembangnya bronkitis kronis adalah asap rokok. Komponen asap rokok menstimulus perubahan pada sel-sel penghasil mukus bronkus dan silia. Komponen-komponen tersebut juga menstimulasi inflamasi kronis, yang merupakan ciri khas bronkitis kronis.

Cara pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan penggunaan obat antibitoka yang diimbangi dengan memakan makanan bergizi secara tertur. Pada orang tua penyakit ini dapat timbul akibat gangguan paru-paru kronis atau inflasi akibat merokok. Untuk itu, pencegahan penyakit ini dapat juga dilakukan dengan menghindari rokok dan istirahat yang cukup.

Komplikasi yang terjadi pada penyakit bronchitis kronis adalah :

  • Hipertensi paru yang dapat terjadi akibat vasokontriksi hipoksik paru yang kronis, yang akhirnya menyebabkan kor pulmonalise.
  • Dapat terjadi jari tabuh di segmen ujung jaru, mengindikasikan stress hipoksik yang kronis
  • Polisitemia (peningkatan konsentrasu sel darah merah) terjadi akibat hipoksia kronis dan stimulasi sekresi eritropoietin, disertai sianosis, yang member warna kebiruan pada kulit.
  • Kanker paru.

Penatalakasanaan penyakit bronchitis kronis adalah :

  • Penyulihan kesehatan agar penderita menghindari pajanan iritan lebih lanjut terutama asap rokok.
  • Terapi antibiotic profilaktik, terutama pada musim dingin untuk mengurangi insiden infeksi saluran napas bawah, karena setiap infeksi akan semakin meningkatkan pembentukan mucus dan pembengkakan.
  • Karena banyak pasien yang mengalami spasme saluran anapas akibat bronchitis kronis mirip dengan spasme pada asma kronis, individu sering diberikan bronkodilator.
  • Obat anti-inflamasi menurunkan produksi mucus dan mengurangi sumbatan.
  • Ekspektoran dan peningkatan asupan cairan untuk mengencerkan mucus.
  • Mungkin diperlukan terapi oksigen
  • Vaksinasi terhadap pneumonia pneumokokus sangat dianjurkan.

 

 

Posted in Bronchitis Kronis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Bronchitis

Pada proses pernapasan ini, banya terdapat gangguan, antara lain bronchitis asma, dan sebagainya. Sebenarnya selain dari dua macam gangguan itu, masih banyak gangguan pernapasan yang lain. Dalam contoh kita, bronchitis merupakan penyakit yang banyak diderita oleh manusia.
Penyebabnya dapat bermacam-macam bakteri, misalnya rokok, basil dan lain-lain. Gejala-gejala bronchitis misalnya terlihat penderitanya batuk-batuk, biasanya batuk mengeluarkan dahak, rasa nyeri dan panas di dada bagian tengah. Pernapasan agak sesak dan suara . Sering kali gejala ini disertai oleh kenaikan suhu badan.

Bila bronchitis ini dibiarkan saja, maka akibatnya akan menjalar ke paru-paru. Sehingga dengan demikian terjadi radang paru-paru serta gejala penyakit ini lebih keras. Orang yang banyak merokok sering menderita bronchitis yang menahun. Tidak selalu diikuti oleh bronchitis yang menahun terjad batuk-batuk, dan tidak sedikit mengeluarkan dahak dan tidak sembuh-sembuh.
Baru bila seseorang berhenti merokok penyakitnya hilang. Bila yang bersangkutan tidak merokok lagi maka penyakitnya akan hilang dengan sendirinya. Hampir semua penyakit paru atau saluran pernapasan yang bersumber dari paru-paru, karena paru-parulah yang mnjadi urat nadi kesehatan manusia.
Sistem pernapasan umumnya terdiri dari paru-paru yang dihubungkan oleh saluran ke udara luar. Dalam rongga dada, ia berhubungan dengan pembuluh darah dan jantung. Oleh sebab itu sistem pernapasan yang dimiliki oleh manusia, merupakan sistem tercanggihb sebelum ada komputer yang dikenal manusia.

Posted in Bronchitis Kronis | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Jenis-Jenis Bronchitis Kronis

Bronkitis kronis hampir sama dengan bronkitis akut, bronkitis kronis berlangsung lebih dari 6 minggu. Di Indonesia sendiri memang belum ada angka kematian seseorang secara signifikan akibat bronkitis kronis, namun di Amerika diperkirakan sekitar 4% dari total populasi didiagnosa sebagai bronkitis kronis.

Penyakit bronkitis kronis ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Sayangnya hingga kini belum ada angka perbandingan yang pasti. Umumnya penderita bronkitis kronis ini melanda pada usia lanjut sekitar 50 tahun keatas.

Secara medis, bronkitis kronis ini terbagi menjadi 3 jenis, yakni :

1. Bronkitis kronis ringan (simple chronis bronchitis) yang ditandai dengan gejala seperti batuk berdahak, dan keluhan ringan lainnya.

2. Bronkitis kronis mukopurulen (chronic mucupurulent bronchitis) yang ditandai dengan gejala yang mudah dikenali, yakni batuk berdahak yang mengental dengan warna dahak atau riak purulen (berwarna kekuningan).

3. Bronkitis kronis yang disebabkan oleh penyempitan saluran napas ( chronis bronchitis with obstruction) yang ditandai dengan batuk yang berdahak disertai pula dengan sesak napas dan suara napas mengi (ngik-ngik).

Cara mudah untuk membedakan jenis bronkitis kronis yang mungkin diderita oleh seseorang adalah dengan melihat riwayat penyakit sebelumnya dan pemeriksaan medis oleh dokter yang dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan penunjang, seperti radiologi (rontgen), faal paru, EKG, dan analisa gas darah.

Posted in Bronchitis Kronis | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyebab Bronchitis Kronis

Penyebab bronchitis kronis adalah pencemaran udara baik oleh debu ataupun asap industri, asap rokok. Setiap memiliki tingakat risiko terhadap serangan penyakit bronchitis akut. Berikut mereka yang memiliki risiko lebih tinggi terserang bronchitis kronis, diantaranya adalah :

- Pekerja di tempat walau terbuka tetapi udaranya banyak polutan (polusi lalu lintas)

- Pekerja yang kontak dengan bahan toksik

- Pekerja di pabrik tekstil

- Pekerja di pabrik semen

- Pekerja dipemecahan batu

- Pekerja pada suhu ruangan tinggi

- Pekerja pada atmosfer bertekanan tinggi

- Pekerja di tempat yang bising

Posted in Bronchitis Kronis | Tagged , , , , | Leave a comment

Bronchitis Chronis

Bronkitis kronik didefinisikan sebagai suatu gangguan klinik yang berhubungan dengan pembentukan sputum selama paling sedikit 3 bulan dalam waktu 2 tahun berturut-turut. Faktor patogenik yang paling sering adalah merokok. Bronkitis kronis mengakibatkan peradangan bronkiolus dan penyakit paru-paru obstruktif (PPOK) yang membentuk jaringan parut. Stadium akhir yang terjadi umumnya berhubungan dengan gambaran klinik, sebagai berikut :

1. Merokok
2. Dispnea progresif
3. Adanya bukti klinik dan fisiologik penyumbatan saluran pernapasan yang tidak sepenuhnya dapat dipulihkan oleh bronkodilator
4. Batuk yang umumya bersifat produktif dengan sputum yang kental dan lengket.
5. Infeksi paru-paru oleh bakteri yang berulang
6. kot pulmonale
7. Sebelum berakhir dengan kegagalan pernapasan dan payah jantung, biasanya dikaitkan dengan infeksi paru-paru

 

 

 

 

 

Gambar-gambar pembuluh darah penderita bronchitis chronis

Penderita dengan PPOK atau penyakit paru-paru obstruktif yang disebabkan oleh bronkitis kronik kadang-kadang digambarkan sebagai “blue bloaters” karena sering dijumpai sianosis dan payah jantung, terutama pada mereka yang memiliki berat badan berlebih atau kegemukan.

Emfisema obstruktif seperti bronkitis kronis adalah penyebab utama PPOK. Bronkitis kronik dengan sesak napas, emfisema dan bronkitis memiliki gejala yang mirip dengan asma bronkitis (asthmatic bronchitis).

Posted in Bronchitis Kronis | Tagged , , , , | Leave a comment